Syarat Perceraian yang Harus Dipenuhi Sebelum Melakukan Gugatan

Syarat Perceraian yang Harus Dipenuhi Sebelum Melakukan Gugatan

Mempelajari syarat perceraian menjadi salah satu langkah penting bagi pasangan suami-istri yang sudah yakin ingin berpisah. Pasalnya, seperti saat menikah, pasangan yang akan bercerai harus mengikuti prosedur yang sudah diatur dalam undang-undang, yakni UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

 

Meski berat dilakukan bagi sejumlah pasangan, perceraian acap kali menjadi satu-satunya jalan keluar yang akan menyelamatkan kedua belah pihak. Sebagai panduan, berikut syarat yang wajib Anda dan pasangan penuhi sebelum mengajukan gugatan.

 

Gambaran kasus pemicu perceraian

Membina rumah tangga memang sarat akan masalah dan kejutan. Beberapa pasangan mampu menyelesaikannya tanpa harus berpisah, sebagian lagi harus berhadapan dengan drama sampai harus mengambil masing-masing jalan. Dalam kasus kedua, syarat perceraian adalah hal pertama yang harus disiapkan sebelum maju ke pengadilan.

 

Alasan-alasan yang mengantarkan pasutri pada pengacara pun beragam. Tak sedikit kasus yang muncul dari masalah berkepanjangan. Untuk contoh kasus, mari kita gambarkan dari sudut pandang seorang karyawan perusahaan bernama Yulio yang sudah menikah selama lima tahun.

 

Keributan dalam rumah tangga Yulio sudah muncul sejak istrinya ketahuan mandul, sedangkan selama pacaran pasangannya mengaku subur. Yulio memaafkannya dan mulai mempertimbangkan adopsi dari panti asuhan. Namun, sang istri tampak tak menunjukkan ketertarikan dan membuat mereka sering berselisih. Gejolak dalam rumah tangga mereka lantas memuncak saat Yulio mendapati istrinya ternyata selingkuh dengan salah satu teman dekatnya.

 

Konflik yang muncul silih berganti dan tak disertai perubahan ke arah positif akhirnya mendorong Yulio mengajukan permohonan perceraian. Dia pun segera mengurus berkas yang dibutuhkan sesuai syarat perceraian yang berlaku.

 

Syarat perceraian dari pihak suami dan istri

Contoh kasus yang dialami Yulio sekilas tampak mudah dikabulkan. Namun, kalau Anda sedang menghadapi situasi tersebut, tetap perhatikan syarat yang harus dipenuhi. Untuk penjelasan yang lebih lengkap, berikut persyaratan yang dapat Anda pelajari sebelum mengajukan gugatan cerai.

 

Alasan perceraian

Berdasarkan Undang-undang Perkawinan, alasan-alasan perceraian yang dapat dipertimbangkan pengadilan meliputi:

  • Salah satu pihak berbuat zina, menjadi pemabuk, pemadat penjudi, dan kegiatan lain yang sukar disembuhkan sehingga dijadikan syarat perceraian;
  • Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama dua tahun berturut-turut tanpa memberi alasan atau izin yang sah atau karena faktor lain di luar kemampuan mereka;
  • Salah satu pihak divonis hukuman penjara selama lima tahun atau mendapatkan hukuman lebih berat setelah perkawinannya berlangsung;
  • Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan terhadap pihak yang lain;
  • Salah satu pihak menderita penyakit atau cacat badan yang menyulitkannya untuk menjalankan kewajiban sebagai suami atau istri;
  • Terjadi perselisihan secara terus menerus di antara pasutri atau pertengkaran lainnya yang membuat kerukunan rumah tangga tak bisa diselamatkan.

 

Sementara bagi pasutri beragama Islam, ada syarat perceraian lain yang dapat dipakai untuk mengajukan gugatan cerai sebagaimana yang ditentukan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), di antaranya:

  • Suami melakukan pelanggaran taklik talak;
  • Salah satu pihak berganti agama (murtad) yang lantas menyebabkan ketidakrukunan dalam rumah tangga.

Dalam hal ini, pelanggaran taklik talak terjadi saat suami tak mematuhi poin-poin yang diatur dalam sighat taklik talak. Aturan tersebut dapat Anda pelajari dalam bagian belakang buku nikah yang terdiri atas:

  • Meninggalkan istri selama dua tahun berturut-turut;
  • Tak memberikan nafkah wajib kepada istri selama tiga bulan berturut-turut;
  • Menyakiti baik badan maupun istri;
  • Membiarkan atau tak mempedulikan istri selama enam bulan lamanya.

 

Satu hal penting yang harus Anda perhatikan baik-baik saat menuliskan syarat perceraian sesuai alasan-alasan adalah hindari penjelasan bertele-tele. Sebutkan satu alasan kuat yang mengantarkan Anda pada perceraian. Sebagai contoh, kembali ke kasus Yulio, dia dapat memakai pertengkaran atau perselisihan secara terus menerus sebagai alasan terkuat, sesuai dengan yang sudah diatur dalam undang-undang.

 

Dokumen atau berkas untuk bercerai

Persyaratan berikutnya yang dapat Anda siapkan adalah dokumen atau berkas yang berhubungan dengan gugatan cerai. Baik dari pihak suami atau istri, berikut sejumlah dokumen yang sebaiknya disiapkan sebagai syarat perceraian:

  • Surat Nikah asli;
  • Fotokopi surat nikah diberi materai dan dilegalisasi;
  • Fotokopi KTP terbaru yang masih berlaku dari pihak penggugat;
  • Fotokopi Kartu Keluarga terbaru yang masih berlaku;
  • Fotokopi Akta Kelahiran anak bagi pasutri yang sudah memiliki keturunan. Masing-masing lembar diberi materai dan sudah dilegalisasi.

 

Kemudian, sertakan Surat Gugatan Perceraian yang dibuat pihak penggugat dengan isi surat yang mencakup:

  • Identitas asli dari kedua pihak;
  • Kronologi yang memuat peristiwa selama pernikahan sampai alasan kuat yang jadi landasan perceraian.

 

Siapkan juga bukti beserta saksi yang akan membantu proses pengajuan. Misalnya, kalau Anda menggugat cerai pasangan karena KDRT, siapkan bukti berupa foto dan hasil dari rumah sakit yang akan menguatkan syarat perceraian akibat alasan tindakan kekerasan.

 

Kiat menjalani perceraian yang sehat dan lancar

Sebagian besar pasangan yang terikat pernikahan tak pernah menginginkan perceraian. Maka dari itu tak jarang mereka menjadi sangat emosional dan berdampak pada fisik maupun mental. Kendati demikian, Anda dan pasangan masih bisa menjalani perceraian yang sehat sekaligus lancar dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Memastikan keputusan sudah final

Tak jarang sejumlah pasangan mengambil keputusan bercerai karena terbawa emosi sesaat. Akibatnya, mereka menyesal saat pengadilan mengabulkan pengajuan dan merepotkan banyak pihak. Jadi, sebelum benar-benar final mengajukan perceraian, Anda dan pasangan dapat menemui konsultan pernikahan untuk mendiskusikan masalah rumah tangga. Kalau memang tak bisa lagi diselamatkan, Anda dapat lanjutkan ke pengadilan.

 

  • Jangan jadikan sebagai ajang kompetisi

Kadang saat menyiapkan syarat perceraian, beberapa orang melebih-lebihkan alasan yang dibuat jadi alasan berpisah karena ingin ‘memenangi’ pengajuan. Anda harus ingat kalau perceraian bukan kompetisi; tak ada yang menang maupun kalah di sini. Selain itu, prosesnya dapat berjalan lebih panjang kalau salah satu pihak tergugat tak mau menerima alasan yang diajukan. Baik penggugat maupun tergugat sebenarnya sama-sama terkena dampak dari keputusan ini.

 

  • Hindari membicarakan hal buruk tentang pasangan

Sakit hati acap kali membuat seseorang jadi pendendam atau sukar memaafkan sampai tidak sanggup menahan diri untuk membicarakan keburukan mereka. Malah ada yang mencantumkan hal tersebut sebagai syarat perceraian meski sebenarnya tak terlalu diperlukan. Ada baiknya Anda mengerem kebiasaan ini selama proses perceraian berlangsung, terutama kalau Anda sudah mempunyai anak.

 

  • Pikirkan dampak perceraian terhadap anak

Banyak pasangan yang mempertahankan pernikahan karena alasan anak walau sesungguhnya terasa menyakitkan. Jika Anda dan pasangan memberanikan diri untuk berpisah, jangan lupa pikirkan dampaknya pada sang buah hati. Anda bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan bahasa yang mudah dipahami. Kemudian, jangan minta mereka memilih salah satu pihak karena hal ini hanya akan membingungkan anak.

 

Mudah-mudahan artikel ini memudahkan Anda dan pasangan dalam menyiapkan syarat perceraian.

 

Anda butuh konsultasi atau jasa hukum keluarga untuk mengurus masalah perceraian? Anda dapat menghubungi IHW di telepon 0812-1203-9060 atau email di tanya@imamhw.com atau info@ihwlawyer.com untuk mendapatkan jasa pengacara yang profesional, amanah dan berpengalaman di bidangnya.

 

Jangan biarkan permasalahan hukum yang Anda hadapi mengurangi ketenangan hidup Anda!

 

× Ada yang dapat kami bantu?