Panduan Mengurus Surat Cerai Sendiri

Pentingnya Perjanjian Pra Nikah dalam Perkawinan

Untuk sebagian besar orang, mengurus surat cerai terbilang melelahkan karena mengurus tenaga maupun pikiran. Selain harus menyiapkan macam-macam dokumen, Anda yang berhadapan dengan perceraian pun harus mampu mengatasi kendala yang muncul dari kedua belah pihak keluarga.

 

Sebenarnya, Anda bisa meminta bantuan ahli seperti pengacara untuk menyiapkan surat cerai. Hanya saja, belum tentu semua orang mampu membayar biaya jasa pengacara. Selain itu, ada juga faktor-faktor yang membuat pasangan suami-istri harus mengurus perceraiannya tanpa bantuan.

 

Menghadapi perceraian tanpa pengacara

Ada banyak alasan yang membuat seseorang dan pasangan menghadapi perceraian tanpa dampingan ahli. Sebagai ilustrasi, mari kita gambarkan situasinya melalui contoh kasus dari seorang perempuan bernama Melati.

 

Setelah menikah selama sembilan tahun dan dikaruniai seorang anak, Melati memutuskan berpisah. Keputusan tersebut diambil setelah Melati mengambil beberapa cara untuk mempertahankan rumah tangganya. Sebelum mengurus surat cerai, dia dan sang suami sudah sempat berdiskusi untuk menemukan solusi. Mereka bahkan sudah meminta bantuan pihak ketiga seperti keluarga hingga konsultan pernikahan. Sayangnya, berpisah tetap menjadi opsi terbaik yang diambil.

 

Persoalan tak berhenti sampai di situ. Melati dan suami kembali dihadapkan pada dilema untuk menangani perceraian dengan atau tanpa pengacara. Tak mau merepotkan keluarga dan teman, keduanya memutuskan melakukan penelusuran sendiri: bisakah mereka mengurus surat cerai dan menjalani prosedur sampai akhir tanpa menyewa jasa pengacara?

 

Jika Anda menghadapi situasi seperti Melati, hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah mengenali kemampuan dalam mengurus perceraian. Anda sebenarnya bisa menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan tanpa bantuan pengacara, asalkan:

 

  • Memahami alasan perceraian

Ingat, tidak semua pengajuan cerai dikabulkan. Jika Anda ingin benar-benar berpisah, pastikan alasannya kuat dan masuk kriteria yang ditentukan. Sebagai contoh, suami yang ingin mengajukan cerai terhadap istri dapat memeriksa dulu Peraturan Pemerintah 9/1975 seputar pelaksanaan UU 1/1974 tentang Perkawinan yang memuat sejumlah alasan yang dibolehkan untuk bercerai.

 

  • Mampu membuat surat gugatan cerai sendiri

Ada dua jenis gugatan cerai yang perlu diketahui saat mengurus surat cerai, yakni yang diajukan suami dan diajukan istri. Kemudian, dari segi praktiknya dibagi jadi dua, yaitu untuk pasutri yang beragama Islam dan non-Muslim. Pasutri beragama Islam biasanya akan dihadapkan lagi pada dua jenis gugatan, antara lain permohonan talak (dari suami) dan gugatan cerai (dari istri).

 

  • Siap secara mental dan fisik

Tanpa pengacara, Anda bakal lebih sering bertemu pasangan yang tak jarang membuat proses perceraian sulit karena melibatkan perasaan. Konflik internal dan eksternal yang muncul selama perceraian berlangsung kadang berdampak pada kelancarannya. Maka dari itu, Anda dan pasangan harus siap secara mental maupun fisik sejak mengurus surat cerai.

 

  • Mengetahui biaya proses perceraian

Meski tak menggunakan jasa pengacara, masih ada biaya yang Anda keluarkan saat menghadapi perceraian. Sebagai contoh, biaya panjar perkara yang jumlahnya ditentukan masing-masing pihak pengadilan tempat Anda mengajukan perceraian tersebut. Jadi, Anda dan pasangan tak akan repot saat tahu ada biaya yang harus disiapkan.

 Baca juga: Istri Gugat Cerai, Suami Menolak Atau Tidak Datang? Ini Aturannya

 

Prosedur pengajuan perceraian di PN dan PA

Apa Anda sudah mantap mengurus perceraian tanpa didampingi pengacara? Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah mengetahui pengadilan mana yang akan dituju. Anda yang beragama Islam dan ingin mengurus surat cerai dapat mengajukannya ke Pengadilan Agama (PA). Sementara yang beragama non Islam dapat melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri (PN). Rata-rata proses cerai yang berlangsung di PA maupun PN memakan waktu maksimal enam bulan di tingkat pertama.

 

Prosedur perceraian di Pengadilan Negeri

Berdasarkan UU No 1/1974 tentang Perkawinan, Anda yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya mencakup tempat kediaman pihak tergugat;
  • Apabila tempat kediaman pihak tergugat kurang jelas, tidak diketahui, tidak punya tempat tinggal tetap, atau pihak tergugat berada di luar negeri, maka gugatan dapat disampaikan ke pengadilan tempat kediaman pihak penggugat;

 

Setelah mengajukannya ke Pengadilan Negeri, akan ada tahap-tahap lanjutan yang Anda hadapi untuk mengurus surat cerai, antara lain:

  1. Hakim yang memeriksa surat gugatan perceraian akan mengupayakan perdamaian di antara kedua belah pihak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. Jika perdamaian tak berhasil, hakim akan melaksanakan pemeriksaan gugatan dalam sidang tertutup;
  3. Begitu pemeriksaan selesai, hakim akan membacakan putusan perceraian dalam sebuah sidang terbuka;
  4. Perceraian akan dianggap terjadi, meliputi semua akibatnya, terhitung sejak pendaftarannya dalam daftar pencatatan di kantor pencatatan dan dilakukan pegawai pencatat.

 

Prosedur perceraian di Pengadilan Agama

Pasangan suami-istri beragama Islam yang mau mengurus surat cerai dan hendak mengajukannya ke Pengadilan Agama harus tunduk pada UU No 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). KHI sendiri berlaku sesuai Instruksi Presiden 1/1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. Secara umum prosedur dan tahapan persidangan sebagaimana diatur dalam UU Peradilan Agama mencakup:

  • Gugatan diajukan ke Pengadilan Agama yang berada di daerah hukum sudah mencakup tempat kediaman istri (penggugat), kecuali penggugat sengaja meninggalkan tempat tinggal bersama tanpa izin dari pihak tergugat;
  • Istri yang menetap di luar negeri bisa mengajukan gugatan ke pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman suami (tergugat);
  • Pasangan yang sama-sama menetap di luar negeri dapat mengajukan gugatan ke pengadilan yang daerah hukumnya mencakup tempat perkawinan mereka berlangsung atau dilimpahkan ke pengadilan di Jakarta Pusat.

 

Kemudian, suami yang mau mengurus surat cerai sekaligus mengajukan permohonan sidang untuk menyaksikan ikrar talak harus mengikuti ketentuan dalam pasal 66 UU Peradilan Agama:

  • Permohonan diajukan ke pengadilan tempat kediaman istri, kecuali kalau istri sengaja meninggalkan tempat tinggal bersama tanpa izin pemohon;
  • Jika istri menetap di luar negeri dapat mengajukan permohonan ke pengadilan yang daerah hukumnya mencakup tempat tinggal pemohon;
  • Pasutri yang menetap di luar negeri dapat mengajukan permohonan ke pengadilan yang daerah hukumnya mencakup tempat perkawinan mereka berlangsung atau dilimpahkan ke pengadilan di Jakarta Pusat.

 

Setelah tuntas mengurus surat cerai dan mengirimkannya ke pengadilan, Anda dan pasangan akan menghadapi tahap-tahap berikut:

  1. Kedua belah pihak (tergugat dan penggugat) harus datang secara pribadi dalam tahap mediaso. Namun, kalau salah satu pihak berhalangan hadir, maka kehadirannya dapat dikuasakan. Sementara kalau kedua belah pihak ada di luar negeri, penggugat wajib hadir di sidang perdamaian secara pribadi;
  2. Apabila mediasi gagal dilakukan dan alasan perceraian dianggap meyakinkan, permohonan ikrar talak akan dikabulkan atau perceraian diputus dalam sidang terbuka;
  3. Pada Cerai Talak, perkawinan akan diputus hakim sejak ikrar talak diucapkan. Sementara pada Cerai Gugat akan ada tambahan pendaftaran kepada pegawai pencatat;
  4. Akta cerai diberikan oleh panitera kepada kedua pihak.

 

Semoga informasi di atas membantu Anda dalam mengurus surat cerai!

 

Anda butuh konsultasi atau jasa hukum keluarga untuk mengurus masalah perceraian? Anda dapat menghubungi IHW di telepon 0812-1203-9060 atau email di tanya@imamhw.com atau info@ihwlawyer.com untuk mendapatkan jasa pengacara yang profesional, amanah dan berpengalaman di bidangnya.

 

Jangan biarkan permasalahan hukum yang Anda hadapi mengurangi ketenangan hidup Anda!

 

× Ada yang dapat kami bantu?