Siapa yang Berhak Membuat Surat Ahli Waris?

Siapa yang Berhak Membuat Surat Ahli Waris?

Surat ahli waris atau Surat Keterangan Hak Waris (SKHW) merupakan akta yang di dalamnya menjelaskan soal pewaris, ahli waris, serta harta peninggalan. Dalam dokumen ini, terdapat juga keterangan soal bagian untuk masing-masing ahli waris.

Oleh karena itu, tak perlu diragukan lagi bahwa SKHW ini sangat penting. Pasalnya, adanya SKHW akan dapat mengurangi risiko sengketa karena ahli waris yang memperebutkan harta warisan. Hanya saja, siapa yang berhak membuat surat ahli waris?

Apa Itu Surat Keterangan Hak Waris?

SKHW merupakan bukti lengkap mengenai keadaan yang meninggal dunia atau sang pewaris, ahli pewaris, harta yang ditinggalkan, serta hak yang menjadi bagian milik ahli waris. Di samping itu, dokumen ini juga merupakan pemberitahuan bagi pihak ketiga, terutama kepada Kantor Pertanahan. Sebab, SKHW dibutuhkan untuk pengukuran tanah dalam rangka pendaftaran peralihan hak yang disebabkan oleh warisan.

Dengan demikian, Anda bisa simpulkan bahwa SKWH ini secara garis besar bertujuan untuk menunjuk ahli waris yang sah. Apalagi, warisan memang merupakan hal yang sangat sensitif di tengah masyarakat. Anda sendiri barangkali sudah pernah melihat atau malah sedang mengalami sendiri rumitnya sengketa karena pembagian dan perebutan waris.

Baca juga: Syarat Perceraian yang Harus Dipenuhi Sebelum Melakukan Gugatan

Siapa yang Dapat Membuat SKHW?

Nah, soal siapa yang berhak membuat surat ahli waris, SKHW ini hanya bisa dibuat oleh ahli waris dari sang pewaris. Proses pembuatannya juga harus memiliki 2 (dua) saksi, serta dikuatkan pula oleh Kepala Kelurahan atau Desa, dan Kepala Camat wilayah tempat tinggal pewaris saat meninggal dunia. Artinya, akta dibuat di bawah tangan. Bukan akta otentik.

Apa Dasar Hukum Penetapan Waris dan Akta Waris?

Selain dibuat di bawah tangan seperti yang dijelaskan di atas, penetapan ahli waris (fatwa) juga diterbitkan oleh Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama. Untuk penetapan ahli waris beragama Islam, penetapan dibuat Pengadilan Agama berdasarkan permohonan dari ahli waris. Hal ini sesuai dengan Pasal 49 huruf b Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama.

Sementara itu, untuk penetapan ahli waris beragama selain Islam, Pengadilan Negeri yang akan membuatnya. Hal ini telah diatur adalah Pasal 833 KUHPerdata.

Bagaimana Cara Mengurus Surat Ahli Waris?

Dalam praktiknya, surat ahli waris atau SKHW ini bisa dibuat baik oleh Notaris maupun Badan Harta Peninggalan (BHP). Selain itu, surat ahli waris juga dapat dibuat juga di Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri.

1. Mengurus surat ahli waris di BHP.

Untuk mengurus SKHW di BHP, syarat-syarat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  1. Surat permohonan ahli waris;
  2. Surat kuasa yang dibuat oleh ahli waris (jika dibutuhkan);
  3. Kartu identitas ahli waris, seperti e-KTP dan KK;
  4. Akta kematian;
  5. Akta perkawinan;
  6. Akta kelahiran anak; dan
  7. Surat keterangan wasiat yang dibuat Pusat Daftar Wasiat Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen AHU Kemenkumham).

Apabila ada ahli waris yang masih di bawah umur, Anda harus mengurus penetapan pengangkatan wali terlebih dahulu dari pengadilan. Kemudian, BHP akan melakukan proses penyumpahan wali serta pencatatan harta yang ditinggalkan pewaris.

Sedangkan proses permohonannya apabila dirangkum adalah sebagai berikut:

  1. Ahli waris atau pemohon menyerahkan surat permohonan bersama semua dokumen persyaratan yang dikirim ke BHP.
  2. BHP akan melakukan verifikasi dokumen pendukung.
  3. Pemanggilan oleh BHP kepada pemohon untuk meminta keterangan, yang akan dituangkan ke dalam berita acara penghadapan.
  4. BHP membuat Surat Keterangan Hak Waris, yang di dalamnya mencantumkan kedudukan para ahli waris sekaligus hak-hak yang menjadi bagiannya.
  5. Ahli waris membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

2. Mengurus surat ahli waris di Notaris.

Anda bisa membuat surat ahli waris tak hanya di BHP, tapi juga di Notaris. Proses pembuatan surat ahli waris ini terutama berlaku untuk golongan keturunan Eropa (Barat) dan golongan keturunan Tionghoa. Nah, akta notaris terkait dengan pewarisan juga dapat berarti:

  • Akta wasiat, sesuai dengan UU Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (Pasal 16 huruf h), atau
  • Akta pembagian dan pemisahan harta peninggalan, sesuai dengan Bab XVII KUHPerdata tentang Pemisahan Harta Peninggalan.

Ketika membuat surat ahli waris, Notaris tidak hanya akan mendengarkan pernyataan yang berasal dari para pihak ahli waris saja. Sebab, masih ada prosedur untuk mengumpulkan produk autentik yang diterbitkan instansi maupun pejabat berwenang lain. Contohnya akta kematian, akta kelahiran, akta perkawinan, kartu keluarga, dan lainnya yang sebagian dibuat oleh Kantor Catatan Sipil.

Setelah itu, Notaris akan melakukan pencocokan untuk memastikan kebenaran data dari produk otentik dengan data yang disediakan oleh ahli waris. Notaris juga perlu mengecek wasiat yang mungkin pernah dibuat oleh pewaris di daftar wasiat Ditjen AHU Kemenkumham.

Tak hanya itu saja, Notaris perlu memastikan pula bahwa harta peninggalan memang merupakan hak ahli waris berdasarkan UU. Atau, Notaris memastikan bahwa kehendak atau pesan terakhir dari pewaris harus dipenuhi terlebih dahulu.

Seorang Notaris wajib memiliki ilmu dengan kedalaman dan keluasan yang cukup dalam bidang hukum kewarisan. Dengan begitu, Notaris dapat mengetahui jika suatu wasiat sebenarnya melanggar ketentuan atau tidak. Contohnya ketentuan legitieme protie, atau hak mutlak bagian harta waris.

Akta waris atau surat keterangan ahli waris yang dibuat oleh Notaris juga merupakan alat bukti sempurna dalam kepengurusan harta peninggalan atau waris. Sebab, proses pembuatan akta otentik ini dilakukan berdasarkan UU Jabatan Notaris.

Itulah rangkuman info mengenai apa itu surat ahli waris atau Surat Keterangan Hak Waris (SKHW) serta seperti apa syarat dan proses membuat surat ahli waris, baik itu lewat BHP maupun Notaris. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda dalam proses pembuatan dan pengurusan surat keterangan ahli waris!

Anda butuh konsultasi atau jasa hukum keluarga untuk mengurus masalah waris? Anda dapat menghubungi IHW Lawyer di telepon 0812-1203-9060 atau email di tanya@imamhw.com atau info@ihwlawyer.com untuk mendapatkan jasa pengacara yang profesional, amanah dan berpengalaman di bidangnya.

Jangan biarkan permasalahan hukum yang Anda hadapi mengurangi ketenangan hidup Anda!

× Ada yang dapat kami bantu?