Cara Mengurus Surat Keterangan Hak Ahli Waris

Cara Mengurus Surat Keterangan Hak Ahli Waris

Secara garis besar, Surat Keterangan Ahli Waris atau Surat Keterangan Hak Waris (SKHW) merupakan akta autentik yang menyatakan bahwa pewaris telah meninggal dunia. Surat ini pun mencantumkan ahli waris dan harta peninggalan yang nantinya dibagikan.

Fungsi utama SKHW adalah meminimalkan konflik seperti perebutan harta warisan. Artikel ini penting dibaca oleh Anda agar Anda tahu sejak awal bagaimana syarat, alur dan prosedur pembuatan surat keterangan ahli waris tersebut pada saat membutuhkannya di kemudian hari.

Ahli waris dan golongannya dalam hukum perdata

IHW lawyer akan memberikan sebuah ilustrasi agar mudah dipahami:

Satu minggu lalu, Ayah Anita meninggal dunia setelah sakit keras cukup lama. Mendiang pun mewariskan rumah dan aset lainnya kepada Anita yang kini telah menjadi yatim piatu. Akan tetapi, ada sejumlah anggota keluarga yang mencoba mengambil alih hak waris dengan alasan-alasan tertentu walau Ayah Anita sudah mencantumkannya dalam surat warisan.

Dalam situasi seperti ini, Anita harus segera menyiapkan Surat Keterangan Ahli Waris. Seperti apa prosedur yang harus dia ikuti?

Posisi Anita memang sudah cukup kuat sebagai ahli waris yang berarti orang-orang yang berhak menerima harta peninggalan dari pihak pewaris. Sebelum membahas cara mengajukan SKHW, mari simak terlebih dulu prinsip pewarisan dan golongan ahli waris berdasarkan KUH Perdata.

Berdasarkan hukum perdata, prinsip pewarisan terdiri atas:

  1. Harta Waris baru terbuka yang dapat diwariskan ke pihak lain apabila terjadi sebuah kematian (pasal 830);
  2. Adanya hubungan darah di antara pewaris dengan ahli waris, kecuali suami atau istri dari pihak pewaris (pasal 832). Dengan ketentuan mereka terikat dalam hubungan pernikahan saat pewaris meninggal dunia. Dengan kata lain, kalau mereka bercerai saat pihak pewaris meninggal dunia, mereka otomatis bukan lagi ahli waris.

Kemudian, sebelum membuat Surat Keterangan Ahli Waris, Anda juga harus mengecek golongan ahli waris yang diatur hukum perdata, antara lain:

  1. Golongan I: suami atau istri yang hidup terlama dan anak atau keturunannya (pasal 852);
  2. Golongan II: orang tua serta saudara kandung dari pihak pewaris;
  3. Golongan III: kerabat keluarga dalam garis lurus ke atas sesudah bapak serta ibu pihak pewaris;
  4. Golongan IV: paman dan bibi pihak pewaris, baik dari pihak bapak maupun ibu; keturunan paman serta bibi sampai derajat keenam yang dihitung dari pihak pewaris; saudara dari nenek atau kakek beserta keturunannya sampai derajat keenam yang dihitung dari pihak pewaris.

Pembagian golongan ahli waris berdasarkan hukum perdata ditujukan untuk mengetahui ahli waris yang diprioritaskan. Dengan kata lain, ahli waris golongan II tak berhak mewarisi harta peninggalan pihak pewaris kalau ahli waris golongan I masih ada. Demikian seterusnya untuk golongan-golongan yang ada di bawahnya.

Langkah-langkah membuat Surat Keterangan Ahli Waris

Apa Anda termasuk golongan ahli waris yang didahulukan seperti Anita? Berikut langkah-langkah pembuatan Surat Keterangan Ahli Waris yang dapat Anda ikuti.

Memenuhi persyaratan Surat Keterangan Hak Waris (SKHW)

Orang-orang yang namanya tercantum dalam surat keterangan ahli waris akan dianggap berhak menerima peninggalan berupa harta warisan secara hukum. Maka, penunjukan ahli waris harus dilakukan secara hati-hati. Disitat dari Hukumonline, SKHW untuk WNI harus dibuat dengan tanda tangan dari dua orang saksi dan dikuatkan oleh lurah dan camat setempat.

Adapun syarat-syarat dokumen yang harus dipenuhi untuk Surat Keterangan Ahli Waris mencakup:

  • Fotokopi KTP dari ahli waris sebagai pemohon dengan kertas A4;
  • Fotokopi Kartu Keluarga dari keluarga pihak pewaris yang sudah meninggal dengan kertas A4;
  • Fotokopi buku nikah dari pihak pewaris yang sudah meninggal dunia dengan kertas A4;
  • Keterangan silsilah keluarga ahli waris yang diterbitkan kelurahan;
  • Surat keterangan kematian serta penguburan;
  • Catatan sipil kematian;
  • Fotokopi akta lahir dari seluruh ahli waris;
  • Surat pernyataan sebagai ahli waris.

Jika ada, Anda juga bisa melengkapi daftar dokumen di atas dengan surat warisan dari pihak pewaris yang sudah ditandatangani. Berkas tersebut bisa dijadikan bukti kalau Anda adalah ahli waris yang kuat.

Prosedur Pembuatan Surat Keterangan Hak Waris (SKHW)

Kemudian, setelah mengumpulkan dokumen-dokumen di atas, Anda bisa teruskan pengurusan Surat Keterangan Ahli Waris dengan langkah-langkah berikut:

  • Bawa semua persyaratan ke RT/RW setempat, lalu minta surat pengantar dari mereka;
  • Minta juga surat keterangan bermeterai yang sudah ditandatangani seluruh ahli waris dan prosesnya disaksikan serta ditandatangani para saksi, yakni ketua RT dan RW setempat;
  • Mengajukan permohonan pembuatan SKHW ke kantor kelurahan, tepatnya ke bagian pelayanan umum.

Setelah Surat Keterangan Hak Waris (SKHW) selesai dibuat, Anda dapat melanjutkan proses dengan mengajukan fatwa/penetapan waris ke Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama. Proses permohonan hingga pengeluaran penetapan biasanya memakan waktu paling lambat enam bulan. Begitu fatwanya keluar, Anda bisa mengurus balik nama harta warisan yang ditinggalkan secara leluasa karena Anda sudah punya kekuatan hukum yang sah.

Baca juga: Berapa Lama Proses Perceraian Berlangsung? Ini Penjelasannya

Manfaat ahli waris yang memiliki SKHW

Bukan hanya untuk menegaskan ahli waris sah dan mencegah penyalahgunaan, Surat Keterangan Ahli Waris juga bermanfaat untuk:

  1. Bukti pencairan tabungan atau deposito di bank.
    Jika pewaris punya tabungan atau deposito di bank, Anda bisa mengurus pencairan atau pemindahan uangnya dengan memakai SKHW sebagai salah satu bukti. Jadi uang bisa dikelola kembali atau dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya;
  2. Mengubah nama kepemilikan tanah.
    Seperti yang disinggung, SKHW memperlancar proses pengubahan nama atas kepemilikan aset seperti tanah. Fungsinya sendiri adalah sebagai salah satu syarat administrasi. Anda pun akan lebih lancar menghibahkan atau menjualnya untuk kepentingan tertentu;
  3. Keterangan pewaris, ahli waris, dan hak ahli waris.
    Jika Anda yang membuat Surat Keterangan Ahli Waris dengan bantuan notaris, surat tersebut akan berfungsi juga sebagai sumber informasi yang memuat data-data pewaris, ahli waris, serta hak-hak Anda sebagai ahli waris;
  4. Memastikan kehendak pewaris terlaksana.
    Pewaris yang mempunyai sejumlah aset penting akan memastikan ahli warisnya merupakan orang-orang terpercaya. Maka dari itu, SKHW sangat dibutuhkan untuk membuktikan ahli waris sah secara hukum, termasuk rincian yang dikehendaki pewaris;
  5. Melindungi bisnis yang dikelola pewaris.
    Berkaitan dengan poin sebelumnya, pewaris yang mengelola bisnis besar biasanya sudah menunjuk ahli waris sejak jauh-jauh hari untuk menjaga bisnisnya agar tetap berjalan. Surat Keterangan Ahli Waris pun akan membantu ahli waris mengambil alih aset hingga membaginya tanpa memicu perselisihan;
  6. Meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
    Salah satu alasan harta warisan kerap diperebutkan adalah jumlahnya yang dapat memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu lama. Sebelum memicu keributan, ahli waris harus segera menyiapkan SKHW, terutama kalau mereka termasuk golongan prioritas dan dapat membantu meringankan beban keluarga.

Demikian prosedur pembuatan SKHW beserta manfaat-manfaat yang akan dirasakan ahli waris setelah memegang surat tersebut. Pastikan juga Anda meminta bantuan dari orang-orang yang tulus membantu selama mengurus Surat Keterangan Ahli Waris supaya harta peninggalan tak dipakai untuk hal-hal yang merugikan.

Anda butuh konsultasi atau jasa hukum keluarga untuk mengurus masalah waris? Anda dapat menghubungi IHW Lawyer di telepon 0812-1203-9060 atau email di tanya@imamhw.com atau info@ihwlawyer.com untuk mendapatkan jasa pengacara yang profesional, amanah dan berpengalaman di bidangnya.

Jangan biarkan permasalahan hukum yang Anda hadapi mengurangi ketenangan hidup Anda!

× Ada yang dapat kami bantu?