Pentingnya Perjanjian Pra Nikah dalam Perkawinan

Apa Itu Prenuptial Agreement?

Apabila Anda dan pasangan sudah akan melangsungkan pernikahan, Anda dan pasangan dapat membuat perjanjian pra-nikah. Dikenal juga sebagai prenuptial agreement, perjanjian ini merupakan bentuk kesepakatan calon pasangan untuk memisahkan harta nantinya setelah menikah.

Untuk memahami lebih jelas soal apa itu perjanjian pra nikah serta mengapa perjanjian ini perlu dibuat, mari simak ulasan berikut ini. Selamat membaca dan semoga informasinya bermanfaat untuk Anda!

Apa Itu Perjanjian Pra Nikah?

Seperti yang sudah disebut di atas, perjanjian pra-nikah merupakan kesepakatan calon pasangan suami-istri yang dibuat sebelum pernikahan dilangsungkan.

Ketentuan tentang perjanjian ini juga sudah diatur di dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, atau yang juga disebut sebagai UU Perkawinan.

Dalam Pasal 35 ayat (1) UU Perkawinan, harta-benda yang diperoleh dan dimiliki selama perkawinan adalah harta bersama.

Dengan begitu, apabila suami atau istri nantinya ingin mengalihkan atau menjual harta tersebut, ia wajib memperoleh persetujuan dari pasangan terlebih dahulu.

Perjanjian pra-nikah ini adalah hal yang sangat wajar di luar negeri, terutama di negara-negara barat. Sementara itu, perjanjian ini malah dianggap “tabu” di Indonesia.

Soalnya, perjanjian pra-nikah malah diartikan sebagai persiapan bercerai atau wujud tidak adanya rasa percaya antara suami-istri.

Padahal, kesepakatan ini dibuat bukan karena alasan-alasan tersebut. Justru kesepakatan ini dapat memberikan perlindungan bagi harta masing-masing pihak, suami maupun istri. 

Di samping itu, perjanjian pra-nikah juga dapat menjamin hidup anak di masa depan nanti. Terutama jika Anda atau calon pasangan adalah pengusaha. Pasalnya, bisnis tidak bisa dipastikan akan selalu mulus.

Apabila nantinya Anda atau calon pasangan punya utang yang diajukan dengan nama pribadi, dan utang tersebut tidak dapat dilunasi, perjanjian pra-nikah ini akan berperan besar.

Sebab, adanya perjanjian ini berarti harta milik salah satu pihak yang tidak berhutang tidak akan dipergunakan untuk tujuan pelunasan utang tersebut.

Tak hanya itu saja, Anda pun juga mau tak mau harus mengakui bahwa ada risiko sengketa berkaitan dengan perkara harta atau keuangan. Risiko ini bisa terjadi di tengah atau pada akhir perkawinan.

Apabila terdapat perjanjian pra-nikah, sengketa ini bisa dicegah agar tidak berlarut-larut, apalagi sampai memengaruhi hidup anak.

Aturan Hukum Perjanjian Pra-Nikah di Indonesia

Pentingnya Perjanjian Pra Nikah dalam Perkawinan
Aturan Hukum Perjanjian Pra-Nikah di Indonesia

UU Perkawinan yang berlaku di Indonesia juga mengatur soal perjanjian pra-nikah. Tepatnya pada Pasal 29 ayat (1). Di sini, telah diatur bahwa perjanjian pra-nikah dibuat pada saat ataupun sebelum berlangsungnya perkawinan secara tertulis.

Setelah itu, kesepakatan tersebut disahkan Pegawai Pencatat Perkawinan.

Namun pada tahun 2016 Mahkamah Konstitusi mengubah ketentuan Pasal 29 ayat (1) tersebut dimana pada intinya menyatakan bahwa perjanjian perkawinan tidak hanya bisa dibuat sebelum adanya pernikahan.

Melainkan juga selama ikatan perkawinan sepanjang merupakan persetujuan bersama kedua pihak.

Dalam pembuatannya, perjanjian pra-nikah wajib dibuat oleh notaris, atau merupakan sebuah akta otentik. Dan sebagaimana perjanjian secara umum, kesepakatan ini juga wajib memenuhi persyaratan sah perjanjian sebagaimana yang diatur di KUHPerdata.

Di samping itu, akta tersebut juga harus didaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Catatan Sipil sebagai lembaga pencatatan perkawinan.

Tujuannya adalah agar perjanjian pra-nikah tersebut juga sah dan berlaku untuk pihak ketiga terkait, seperti kreditur.

Apa Saja Isi Perjanjian Pra Nikah?

Aturan Hukum Perjanjian Pra-Nikah di Indonesia
Apa Saja Isi Perjanjian Pra-Nikah?

Oleh karena itu, adanya perjanjian pra-nikah ini sama sekali jelas bukanlah sesuatu yang negatif atau buruk. Pasalnya, adanya perjanjian ini juga akan menjaga keberlangsungan hidup anak Anda dan calon pasangan di masa depan nanti.

Sementara itu, isi dari perjanjian pra-nikah bisa dibuat menyesuaikan kebutuhan maupun situasi Anda dan calon pasangan. Selama isi perjanjian tidak melanggar peraturan, kesusilaan, dan ketertiban umum, Anda dan calon pasangan bisa buat kesepakatan sebebas-bebasnya.

Meski demikian, secara garis besar ada beberapa poin penting yang perlu dicantumkan di dalam isi perjanjian pra-nikah. Berikut daftar dan penjelasannya.

1.    Mengatur soal pemisahan harta dan utang.

Salah satu aspek penting yang wajib diatur dan disepakati di dalam perjanjian ini adalah kepemilikan serta pemisahan harta. Dengan begitu, penggabungan harta yang dihasilkan oleh baik suami maupun istri selama berlangsungnya pernikahan pun dapat dihindari.

Mengacu pada Pasal 119 KUHPerdata, harta yang diperoleh Anda dan pasangan nantinya selama perkawinan adalah harta bersama. Pengecualian terjadi apabila ada perjanjian pranikah yang Anda dan calon pasangan sepakati sejak sekarang.

Oleh karena itu, calon suami-istri menyepakati dengan tegas bahwa harta yang diperoleh setelah dan selama perkawinan nantinya adalah milik pihak yang memperoleh harta yang bersangkutan.

Pemisahan hart aini terutama penting apabila calon pasangan Anda adalah seorang Warga Negara Asing (WNA), dan berencana untuk membeli tanah di sini.

Sebab, tanah itu akan jadi harta bersama. Dan tanah tersebut tidak bisa Anda miliki bahkan meskipun Anda Warga Negara Indonesia (WNI) sekalipun.

Meski demikian, UU No. 5 Tahun 1960 atau UU Agraria telah mengatur bahwa seorang WNI tidak bisa memiliki tanah di Indonesia. Sementara itu, seorang WNI tetap bisa memiliki tanah yang berstatus hak milik. Pasalnya, sudah ada pemisahan untuk harta bersama antara WNI dengan WNA.

Kemudian, pemisahan harta juga pada hakikatnya berarti pemisahan utang antara Anda dan calon pasangan.

Dengan begitu, salah satu pihak yang tidak memiliki utang nantinya tidak wajib menanggung utang bersama-sama (tanggung renteng). Sebab, utang menjadi tanggung jawab milik masing-masing yang berhutang.

2.    Mengatur soal konsekuensi setelah perceraian.

Anda dan calon pasangan juga dapat mengatur serta menyepakati soal konsekuensi perceraian di dalam perjanjian pranikah. Terutama jika perceraian terjadi setelah lahirnya anak.

Salah satu hal yang diatur adalah soal hak asuh anak, yang dapat dinyatakan dengan jelas dalam perjanjian pra-nikah. 

Sebagai contoh, Anda dan calon pasangan dapat mengatur soal hak asuh anak jika nanti perceraian dilakukan sebagai akibat dari perselingkuhan. Nantinya, Anda dan calon pasangan bisa sepakati bahwa hak asuh anak berada di tangan pihak yang tidak berselingkuh. 

Di samping hak asuh anak, isi dari perjanjian pra-nikah juga dapat menyepakati soal pihak yang menanggung biaya hidup maupun pendidikan anak pasca perceraian.

Menurut UU Perkawinan, tepatnya Pasal 41 huruf b, adalah kewajiban ayah dalam menafkahi dan memenuhi biaya kebutuhan anak bahkan setelah perceraian.

Akan tetapi, perjanjian pra nikah juga dapat secara khusus mengatur soal pembagian tanggung jawab antara Anda dan calon pasangan dalam membiayai kebutuhan hidup anak setelah perceraian.

Dengan begitu, kebutuhan anak pun akan tetap bisa terpenuhi.

3.    Syarat bagi kedua belah pihak.

Untuk bagian ini, Anda dan calon pasangan dapat menyatakan apa saja syarat-syarat khusus yang diterapkan kepada masing-masing pihak. Syarat tersebut bisa mencakup hal-hal yang harus dilakukan dan/atau yang dilarang.

Sekali lagi, Anda dan calon pasangan bebas membuat kesepakatan dalam perjanjian pra-nikah, termasuk terkait dengan syarat bagi masing-masing. Tapi, pastikan bahwa isinya tidak melanggar aturan hukum, kesusilaan, maupun ketertiban umum.

Anda butuh konsultasi atau jasa hukum keluarga untuk mengurus masalah perjanjian perkawinan? Anda dapat menghubungi IHW Lawyer di telepon 0812-1203-9060 atau email di tanya@imamhw.com atau info@ihwlawyer.com untuk mendapatkan jasa pengacara yang profesional, amanah dan berpengalaman di bidangnya.

Baca juga: Fakta dan Hoax terkait Perceraian di Indonesia

Jangan biarkan permasalahan hukum yang Anda hadapi mengurangi ketenangan hidup Anda!

× Ada yang dapat kami bantu?