Perceraian Dalam Agama Katolik

Hak Istri Setelah Perceraian

Proses perceraian agama Katolik apakah sama dengan agama lainnya di Indonesia? Simak ulasan berikut yang akan membahas proses perceraian agama Katolik.

Sebagai umat manusia yang taat akan agama, tentunya Anda juga tahu jika perceraian dilarang dalam agama manapun. Tentunya hal ini bukan karena tak memiliki alasan. Jika dilihat dari segi dampaknya, mungkin ada beberapa yang berdampak negatif.

Dengan melihat hal ini tentunya sangat tak diperbolehkan untuk melakukan perceraian. Baik dalam agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, maupun perceraian dalam agama Katolik.

Perceraian Dalam Agama Katolik

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika dalam keadaan apapun, agama tetap tidak mengharapkan terjadinya sebuah perceraian. Hal ini juga diterapkan dalam agama Katolik. Sampai pada saat ini Anda pastinya juga tahu jika tak diperbolehkan adanya suatu perceraian.

Artinya gereja tidak akan memberikan pengakuan akan perceraian yang dilakukan oleh setiap pasangan. Hal ini juga sudah tertulis jelas dalam sebuah pasal perundang-undangan yang mengatur akan hukum perkawinan.

Sebagai contohnya adalah ketika pasangan beragama Katolik melakukan perceraian di hadapan hakim pengadilan negeri. Tetap saja gereja tidak akan mengakui adanya perceraian tersebut. Gereja akan tetap mengakui pasangan yang telah melakukan perceraian secara hukum tersebut masih tetap menjadi suami istri.

Namun meskipun begitu, tetap saja ada sebuah prosedur terkait dengan pembatalan perkawinan atau anulasi. Dengan adanya hukum yang terkait dengan pembatalan perkawinan menurut hukum di dalam gereja dapat membuat kedua belah pihak dapat menikah lagi dengan pasangan masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa prosedur terkait dengan pembatalan pernikahan atau perceraian dalam agama Katolik.

  1. Hal pertama yang akan anda lakukan ketika akan melakukan sebuah pembatalan perkawinan gerejani adalah mendatangi pastor paroki yang anda ikuti. Dalam tahap ini sang pastor paroki akan membantu anda untuk membuat sebuah dokumentasi sebelum kasus yang anda ajukan dibawa ke dalam pengadilan gerejani.
  1. Pastor paroki akan melihat kasus anda apakah memiliki cukup alasan yang kuat untuk dibawa ke dalam pengadilan gerejani.
  1. Salah satu persyaratan wajib ketika seorang yang sudah menikah ingin menikah lagi. Maka orang tersebut harus membatalkan pernikahan yang pertama dahulu di dalam pengadilan gereja.
  1. Ketika alasan yang anda ajukan tidak cukup kuat. Maka anda tidak dapat melakukan pernikahan lagi. Meskipun anda sudah melakukan perceraian secara hukum. Namun tetap saja anda masih dalam posisi terikat dengan pasangan secara agama.

Baca juga: Hindari Ini, 7 Alasan Penyebab Terjadinya Perceraian

Dampak Perceraian Terhadap Anak

Perceraian-Dalam-Agama-Katolik

Keluar dari segi perceraian dalam agama katolik, sebenarnya setiap perceraian yang dilakukan di dalam agama apapun akan menimbulkan sebuah dampak. Namun beberapa orang tak memikirkan dampak tersebut. Alhasil imbasnya akan terjadi secara nyata.

Berikut ini merupakan penjelasan terkait beberapa dampak terhadap anak akibat perceraian seorang orang tua.

1. Menimbulkan resiko stress, cemas, dan trauma

Perceraian memang akan menimbulkan sebuah dampak trauma terhadap anak. Hal ini akan lebih rawan lagi jika seorang anak sudah masuk kedalam usia yang cukup matang untuk mengetahui situasi yang telah terjadi pada orang tuanya.

Awalnya anak akan merasa terabaikan, merasa tak dicintai oleh orang tuanya, memiliki tingkat kecemasan yang berlebihan. Bahkan dampak psikologis juga dapat memungkinkan akan diterima oleh anak ini. Selain itu timbulnya resiko stress juga akan didapatkan.

2. Prestasi belajar anak menjadi menurun

Beberapa penelitian menunjukkan jika seorang anak korban dari kasus perceraian akan memiliki tingkat penurunan terkait dengan permasalahan fokus belajar. Hal ini juga menjadi sebab menurunya nilai akademik anak tersebut.

Sebagai contoh kasusnya adalah ketika seorang anak yang dulunya memiliki keluarga yang lengkap dan bisa mendapatkan prestasi di sekolahnya akan mendapatkan keadaan berbeda ketika orang tuanya memutuskan untuk bercerai.

Kebanyakan anak tersebut akan mendapatkan nilai akademik yang lebih menurun dibandingkan sebelumnya.

3. Mudah terpengaruh akan hal negatif

Tak jarang anak korban perceraian akan lebih mudah terpengaruh akan hal negatif. Sebagai contohnya adalah tindakan merokok minum alkohol, pemakaian obat-obatan seperti narkoba. Biasanya anak tersebut terjerumus akan pergaulan yang begitu negative.

Hal ini dikarenakan kebanyakan orang tua akan lebih fokus akan permasalahan perceraian, sehingga hal ini menyebabkan diabaikannya seorang anak. Selain itu orang tua yang bercerai akan lebih butuh waktu untuk memulihkan dirinya.

4. Merasa sering rendah diri

Tak bisa dipungkiri jika seorang anak yang mendapatkan kasus perceraian akan memiliki rasa rendah diri. Mereka akan merasa malu akan kejadian yang dialaminya. Bahkan rasa iri akan keluarga temannya yang utuh juga akan ia rasakan.

5. Tidak peduli akan hubungan

Bisa dibilang jika seorang anak korban perceraian akan lebih banyak acuh terhadap sebuah hubungan. Artinya anak akan merasa tidak dapat menjalin hubungan dengan lawan jenis. Parahnya sang anak akan menganggap jika hubungan yang ia jalani akan berakhir ke kasus perceraian seperti orang tuanya. Hal ini sebenarnya sangat merugikan bagi sang anak tersebut.

6. Seks bebas

Hal yang paling parah adalah anak akan memiliki kecenderungan melakukan seks bebas. Hal ini dianggap sebagai bentuk protes terhadap apa yang ia alami. Bahkan seks bebas ini akan menyebabkan kemungkinan buruk yang akan terjadi di kemudian hari.

7. Sering menyalahkan diri sendiri

Tak jarang anak memiliki pola pikir jika perceraian yang terjadi adalah karena dirinya. Maka dari itu anak akan mendapatkan rasa bersalah.

Tentunya efek yang didapatkan adalah anak akan menjadi memiliki pikiran jika dia anak yang buruk, maka, menimbulkan masalah, dan menghancurkan keluarga. Tentunya hal ini jika dibiarkan akan menimbulkan efek yang tidak baik dalam jangka panjang.

Pertolongan Untuk Anak Korban Perceraian

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika perceraian bukanlah hal yang harus dilakukan. Bahkan semua agama juga sudah melarangnya. Namun tetap saja ada beberapa kasus yang menyebutkan jika perceraian sudah mulai terjadi. Alhasil salah satu dampaknya akan terjadi terhadap anak.

Tentunya dampak negatif akan dapat diterima oleh anak. Maka dari itu diperlukan sebuah cara untuk menghilangkan kemungkinan dampak negatif tersebut. Berikut adalah penjelasannya.

1. Berbicara terhadap anak

Hal pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua dengan kasus perceraian adalah memberikan penjelasan. Namun penjelasan tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu yang cepat. Pasalnya harus menunggu hingga anak benar-benar siap.

Selain itu jika usia anak masih dibawah umur. Sebaiknya orang tua memberikan penjelasan yang sederhana. Artinya berikan penjelasan jika anak tersebut akan mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya meskipun sudah dalam posisi perceraian.

2. Pahami anak

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika anak akan memiliki rasa bersalah terhadap keadaan orang tuanya yang bercerai. Hal yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah mengesampingkan keadaan perceraian dan mulai memahami, mendengarkan keluh kesah anak. Dengan begitu anak akan lebih mendapatkan perhatian.

3. Hindari konflik pasangan

Tak jarang pemicu terjadinya perceraian adalah adanya sebuah konflik internal maupun external. Tentunya anak juga sudah mulai merasa memiliki luka dalam perceraian itu. Dalam hal ini sebisa mungkin orang tua tidak memperlihatkan konflik yang terjadi atau sebuah pertengkaran di depan anak.

Meskipun ada hal yang dapat membetulkan keadaan setelah perceraian, namunĀ  tetap saja jika dalam agama perceraian itu dilarang. Sebagai contohnya adalah penjelasan di atas terkait dengan proses perceraian agama katolik.

Anda butuh konsultasi atau jasa hukum keluarga untuk mengurus masalah perceraian?

Anda dapat menghubungi IHW Lawyer di telepon 0812-1203-9060 atau email di tanya@imamhw.com atau info@ihwlawyer.com untuk mendapatkan jasa pengacara yang profesional, amanah dan berpengalaman di bidangnya.

Jangan biarkan permasalahan hukum yang Anda hadapi mengurangi ketenangan hidup Anda!