7 Alasan dan Penyebab Perceraian yang Sering Terjadi

7 Alasan dan Penyebab Perceraian yang Sering Terjadi.

 

Perkawinan merupakan sebuah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai pasangan suami istri yang bertujuan untuk membangun keluarga atau rumah tangga dengan rasa bahagia dan bersifat kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kurang lebih seperti itulah garis besar dari UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

 

Menjalani sebuah hubungan dalam ikatan pernikahan menjadi hal yang diimpikan dari setiap orang dalam hidupnya. Bagaimana tidak? Karena dengan menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga, hidup seseorang menjadi lebih berwarna dari sebelumnya. Pernikahan juga merupakan bentuk dari ibadah. Dalam Islam, kedudukannya sangat penting dan sakral.

 

Setelah menikah, pasangan suami istri menantikan kehadiran seorang anak sehingga kehidupan rumah tangganya pun terasa lebih hangat. Tak heran jika setiap pasangan ingin segera mengesahkan hubungan bersama orang yang dicintainya tersebut.

 

Tujuan dari Sebuah Pernikahan

Sebagai seorang muslim, menikah bukan hanya menyatukan dua hati namun ada tujuan dari menikah yang perlu dipahami.

    1. Menguatkan ibadah.
      Dengan menikah, dapat menjaga kehormatan diri dan menghindarkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Setelah menikah baik bagi setiap pribadi untuk menjaga pandangan serta membentengi diri dari perbuatan keji.
    2. Menyempurnakan agama.
      Alangkah lebih indah jika bisa beribadah bersama dengan orang yang dicintai. Rasanya akan menambah semangat dalam beribadah menjalani kebahagiaan dunia maupun akhirat selama hidup berumah tangga. Karena setelah menikah, seseorang telah menyempurnakan separuh ibadahnya atau agamanya.
    3. Mendapatkan keturunan
      Tujuan menikah selanjutnya adalah untuk melestarikan keturunan putra-putra Adam. Diharapkan setelah menikah, bisa segera diberikan kepercayaan dan mendapatkan keturunan yang sholeh sholehah.

      Tujuan menikah bukan hanya tentang anak. Banyak tujuan lain yang diharapkan dari terjadinya pernikahan. Seperti misalnya dapat menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai. Tidak sedikit suami istri yang memprioritaskan urusan anak. Mereka lebih memprioritaskan membangun rumah tangga yang harmonis hingga tua nanti.

      Jika mindset orang yang menikah hanya seputar mendapatkan keturunan, nantinya akan mengalami banyak masalah yang bisa berujung pada perceraian. Mempunyai keturunan itu masalah Sang Pemberi Kehidupan. Jadi, tidak bisa setiap pasangan menuntut untuk segera memiliki keturunan setelah menikah.

      Karena dalam sebuah hubungan harus bisa berpikir lebih terbuka. Apalagi perlu membangun chemistry di antara kedua pasangan. Namun terkadang mempertahankan sebuah chemistry antar pasangan tidak semudah yang dibayangkan. Tak jarang permasalahan tersebut menjadi alasan dan penyebab perceraian.

Baca juga: Syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan gugatan perceraian

 

Alasan & Penyebab Perceraian

Di era modern seperti sekarang ini, masih cukup banyak kasus perceraian yang terjadi khususnya di Indonesia. Setiap pasangan suami istri tentunya tidak menginginkan adanya perceraian dalam rumah tangga mereka. Karena setiap permasalahan yang dihadapi baiknya dibicarakan dan dicari jalan keluarnya. Perceraian menjadi opsi terakhir jika memang masalah yang dihadapi tidak bisa diselesaikan dengan baik. Tapi tetap saja jangan sampai hal tersebut terjadi.

 

Ada beberapa hal yang menjadi alasan dan penyebab perceraian. Adanya ketidakcocokan antara kedua belah pihak menjadi alasan yang paling umum terjadi. Meski ada hal-hal lain yang juga menjadi pemicu terjadinya perceraian. Mari simak ulasannya berikut ini.

        1. Menikah karena terburu-buru.
          Tidak sedikit orang di Indonesia yang menikah bukan karena merasa siap tetapi karena alasan usia atau finansial. Sehingga hal tersebut membuat orang menjadi terburu-buru untuk menikah. Mereka menganggap jika perihal tersebut bisa terselesaikan setelah menikah.
        2. Tidak punya pekerjaan tetap.
          Seorang suami yang tidak mempunyai pekerjaan tetap juga menjadi salah satu dari alasan dan penyebab perceraian. Adanya stigma tentang laki-laki sebagai pencari nafkah dalam keluarga, bisa mempengaruhi kestabilan dalam rumah tangga. Terlebih bagi pasangan yang terlalu bergantung pada suami dan membuat pihak istri tidak mau melakukan pekerjaan lain.
        3. Masalah ekonomi.
          Tidak terpenuhinya kebutuhan rumah tangga dengan baik bisa menjadi alasan dan penyebab perceraian. Perlu adanya upaya dari kedua belah pihak dalam mengatur keuangan rumah tangga. Jika manajemen keuangan bisa diatur bersama maka pertengkaran yang berujung ke perceraian pun bisa dihindari.
        4. Memandang rendah pasangan.
          Alasan dan penyebab perceraian selanjutnya yaitu merasa salah satu pihak memiliki kedudukan lebih tinggi. Hal ini menjadi kesalahan yang fatal dari sebuah pernikahan. Biasanya salah satu pihak baik suami atau istri suka mengkritik secara berlebihan, bersikap defensif atau tidak pernah merasa bersalah dan suka memotong pembicaraan. Alangkah baiknya jika perlahan bisa mengubah perilaku-perilaku tersebut untuk menjaga pernikahan bertahan lama.
        5. Prinsip yang berbeda.
          Perbedaan prinsip bisa menjadi alasan dari berakhirnya ikatan pernikahan. Jika permasalahan ini sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama maka toleransi dan kesepakatan kemungkinan akan sulit terjadi. Perlu ketenangan dan sikap saling memahami dalam membicarakan masalah perbedaan. Untuk menyelesaikannya, bisa juga menghadirkan pihak ketiga yang netral atau bantuan dari ahli.
        6. Kekerasan dalam rumah tangga.
          Alasan dan penyebab perceraian yang banyak terjadi adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan tidak hanya berwujud fisik tetapi juga kekerasan verbal. Kasus kekerasan paling sering dialami oleh pihak istri. Situasi seperti ini jika terjadi secara terus menerus bisa berujung pada depresi. Dalam hal ini, perlu adanya bantuan dari pihak ketiga agar masalah tersebut bisa segera diatasi.
        7. Perselingkuhan.
          Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perselingkuhan seperti diantaranya kurangnya perhatian, kurangnya komunikasi, masalah kesehatan fisik dan mental serta masalah lain yang tak kunjung terselesaikan.Rasa sakit hati yang muncul akibat perselingkuhan tidak bisa ditoleransi. Untuk menghindari terjadinya perceraian, dibutuhkan sebuah terapi pernikahan dari ahlinya.

 

Seperti yang tertuang dalam UU 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, tujuan dari sebuah perkawinan adalah membentuk keluarga bahagia dan juga kekal. Sehingga setiap pasangan suami dan istri perlu saling membantu serta melengkapi kekurangan masing-masing. Dengan begitu, Anda dapat saling mengembangkan kepribadian hingga tercapainya kesejahteraan spiritual dan material.

 

Namun apabila jalan terakhir dari sebuah pernikahan adalah perceraian maka dapat dilakukan dan diputuskan bila mempunyai alasan baik dari pihak suami dan juga pihak istri. Ketika berproses di pengadilan baik Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri, sebaiknya pihak penggugat dan tergugat didampingi oleh pengacara masing-masing. Peran dari pengacara selain sebagai pendamping juga bisa sebagai pihak yang menjembatani terjadinya dialog terkait hal-hal penting seputar harta hingga hak asuh anak.

 

Sesuai dengan UU Perkawinan, perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan. Setelah pengadilan tidak dapat mendamaikan kedua belah pihak tersebut. Selain itu,  alasan & penyebab perceraian harus jelas bahwa antara pihak suami dan pihak istri tidak dapat hidup rukun sebagai pasangan suami istri. Tata cara perceraian di depan sidang pengadilan telah diatur dalam perundang-undangan.

 

Proses perceraian dari pasangan muslim dan non muslim pun berbeda. Dimana pasangan muslim melakukan perceraian di Pengadilan Agama sedangkan untuk pasangan non-muslim di Pengadilan Negeri.

 

Anda butuh konsultasi atau jasa hukum keluarga untuk mengurus masalah perceraian? Anda dapat menghubungi IHW Lawyer di telepon 0812-1203-9060 atau email di tanya@imamhw.com atau info@ihwlawyer.com untuk mendapatkan jasa pengacara yang profesional, amanah dan berpengalaman di bidangnya.

 

Jangan biarkan permasalahan hukum yang Anda hadapi mengurangi ketenangan hidup Anda!

 

× Ada yang dapat kami bantu?