Perlukah Biaya yang Besar untuk Mendirikan PT PMA?

Perlukah Biaya yang Besar untuk Mendirikan PT PMA?

Biaya mendirikan PT PMA – Dalam mengolah ekonomi potensial untuk menjadi kekuatan ekonomi riil bangsa dan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah mendukung penyelenggaraan penanaman modal baik itu yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri (PMA). Perlakuan yang sama juga ditetapkan pada investor asing dan dalam negeri yang ingin berinvestasi di Indonesia. 

BKPM mencatat investasi asing yang masuk di Indonesia pada tahun 2019 lalu sebesar 20,093 Juta USD. Dimana Provinsi terfavorit untuk menanamkan modal ialah Jawa Barat, dan sektor yang paling banyak diminati adalah Listrik, Gas dan Air. Dapat dilihat bahwa pendirian PMA masih diminati pada masa ini, dimana investor yang banyak mendirikan PMA berasal dari Singapura, Jepang bahkan Amerika Serikat.

Pendirian PMA sendiri perlu menilik beberapa hal mendasar diantaranya bidang usaha yang akan digarap, modal yang harus ditetapkan, dan perencanaan anggaran untuk pendirian dan operasionalnya. Bukan sebuah hal kecil apabila mengambil gambaran dari ketiga hal tersebut, Contohnya saja pendirian PMA dengan bidang usaha Konstruksi EPC (Engineering-Procurement-Construction) dirasa akan lebih kompleks dalam hal biaya untuk mengurus perizinan dan permodalannya, dibandingkan dengan pendirian PMA pada sektor perdagangan umum.

Berbicara mengenai perhitungan modal yang ditetapkan dalam Undang-undang, PT PMA memiliki ketentuan sebagai usaha dengan modal besar dimana kekayaan bersih yang harus dimiliki yakni lebih dari 10 Milyar, diluar dari kepemilikan tanah dan bangunan tempat usaha.

Dengan total nilai investasi tersebut, maka nilai modal yang ditempatkan sama dengan modal disetor sebesar 25% atau sama dengan 2,5 Milyar. Persentase atas kepemilikan saham dihitung berdasarkan nilai nominal saham, sehingga masing-masing pemegang saham paling sedikit mengumpulkan modal senilai Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Kemudian diharuskan mendapatkan hasil penjualan tahunan lebih dari 50 Milyar, yang diaudit berdasarkan laporan keuangan terakhirnya oleh akuntan publik. 

Apabila bidang usaha yang Anda pilih adalah pembangunan dan pengusahaan properti, maka nilai investasinya termasuk kepemilikan tanah dan bangunan dengan nominal lebih besar dari 10 Milyar, dengan modal yang ditempatkan sama dengan modal disetor paling sedikit sebesar 2,5 Milyar dan nilai penyertaan dalam modal perseroan untuk masing-masing pemegang saham paling sedikit sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan Debt to Equity Ratio (DER).

Dimana penanaman modal baik dari dalam negeri dan asing dalam bentuk perseroan terbatas dilakukan dengan:

  1. Mengambil Bagian Saham Pada Saat Pendirian Perseroan Terbatas;
  2.  Membeli Saham; Dan
  3.  Melakukan Cara Lain Sesuai Dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

Belum lagi ketika Anda dan rekanan investor sepakat untuk menjalankan bisnis yang cukup besar skalanya, dimana lika-liku birokrasi yang rasanya tidak mungkin apabila memakan biaya yang minim.

Biaya-biaya yang timbul mulai dari penerimaan negara bukan pajak, biaya administrasi untuk bidang jasa tertentu, iuran keanggotaan sebuah asosiasi  dan masih banyak lagi. Belum lagi keterbatasan waktu dan tenaga yang memungkinkan Anda untuk mengambil jasa konsultan hukum dalam pendirian PT PMA ini.

Sehingga disarankan bagi Anda untuk mencari informasi lengkap atau berdiskusi dengan ahli terpercaya dalam bidang tersebut, agar mendapatkan kalkulasi lengkap mengenai total pengeluaran yang ditimbulkan dalam pendirian PMA ini.

Atau dengan mendatangi pelatihan (workshop) dan seminar khusus yang membahas mengenai investasi atau penanaman modal dan birokrasi terbaru, baik yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta.  Dengan demikian Anda tidak akan ketinggalan informasi mengenai alur perizinan, kebijakan teranyar maupun biaya terbaru dalam pendirian PT PMA.

Baca juga: Langkah yang perlu dilakukan untuk mendirikan PT PMA

× How can I help you?