Langkah-Langkah Pendirian Koperasi di Indonesia

Langkah-langkah mendirikan koperasi

Pendirian koperasi memiliki langkah yang jelas baik itu koperasi primer atau koperasi sekunder.

 

Pendirian koperasi bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah memiliki anggota minimal 20 orang dan semuanya ikut dalam rapat pendirian. Kalau koperasi yang didirikan berjenis sekunder, harus ada minimal 3 koperasi yang ikut tergabung di dalamnya.

Selanjutnya untuk langkah-langkah pendiriannya agar bisa berjalan dengan lancar dan segera menjalankan kegiatannya usahanya, simak ulasan di bawah ini. Dengan menyimak langkah di bawah ini Anda bisa dengan mudah mendirikan koperasi yang sesuai dengan jenis usaha yang diusung apakah simpan pinjam atau koperasi biasa.

 

Langkah 1: Melakukan Rapat Pendirian

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mendirikan koperasi adalah melakukan rapat pendirian. Rapat pendirian ini dilakukan untuk menunjukkan adanya usaha baru yang akan dibuat dan bukan usaha fiktif. Dalam pendirian ini harus ada minimal 20 orang kalau ingin mendirikan koperasi primer. Selanjutnya kalau ingin mendirikan koperasi sekunder harus ada sekitar 3 koperasi yang ikut tergabung.

Selain anggota yang tidak ada kaitan satu dengan yang lain, acara pendirian koperasi juga diikuti oleh beberapa pejabat seperti anggota dari Kementerian Koperasi dan UKM terdekat baik itu kabupaten atau kota sesuai domisili pembentukan. Tugas para pejabat ini adalah melakukan penyuluhan agar pendirian koperasi berjalan dengan lancar.

Setelah rapat pendirian berjalan dengan lancar, tahap selanjutnya adalah menghasilkan akta pendirian. Akta pendirian akan berisi beberapa hal penting seperti daftar nama pendiri, domisili dari koperasi, tujuan usaha, dan beberapa ketentuan mulai dari anggota hingga pembagian SHU.

 

Langkah 2: Pembuatan Akta Koperasi

Setelah rapat pendirian koperasi berjalan dengan lancar, tahap selanjutnya adalah pembuatan akta koperasi. Pembuatan akta ini dilakukan oleh Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK). Setelah akta selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah mendaftarkan koperasi yang didirikan agar menjadi resmi dan diakui.

 

Langkah 3: Mengajukan Pendirian Koperasi

Tahap selanjutnya adalah mengajukan nama koperasi ke SISMINBHKOP. Pengajuan nama ini hanya berjalan sementara saja. Pasalnya kalau akta koperasi belum jadi dan tidak segera diajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM, nama akan kedaluwarsa dan buruh pengajuan baru lagi.

Dalam pengajuan ini, anggota dan pendiri harus sudah menentukan apakah koperasi yang didirikan berjenis koperasi primer atau sekunder. Pasalnya persyaratan untuk pendirian ini berbeda-beda. Kalau sudah tahu dari awal, persyaratan bisa segera diberikan dengan mudah.

 

Syarat Pendirian Koperasi Primer

Semua anggota yang akan mendirikan koperasi primer akan mengajukan pengesahan baik secara elektronik atau secara langsung. Dalam pengajuan ini ada beberapa dokumen yang harus dilampirkan:

  • Akta pendirian koperasi sebanyak dua rangkap dengan meterai yang cukup.
  • Berita acara rapat pendirian koperasi yang telah dilakukan sebelumnya.
  • Surat bukti penyetoran modal yang dikeluarkan oleh bank. Besar penyetoran minimal sama dengan simpanan pokok.
  • Melampirkan kegiatan awal dari usaha koperasi yang akan dilakukan.

Syarat Pendirian Koperasi Sekunder

Kalau ingin mendirikan koperasi sekunder, anggota harus melampirkan beberapa dokumen yang terdiri dari:

  • Berita acara rapat pendirian yang sudah dilakukan sebelumnya.
  • keputusan dari badan hukum koperasi primer yang ikut tergabung dalam pendirian koperasi sekunder.
  • Harus melampirkan NPWP dari koperasi primer yang dimiliki oleh anggota.

Inilah beberapa langkah pendirian koperasi di Indonesia. Dengan mengikuti prosedur di atas, koperasi bisa didirikan dengan cepat dan kegiatan usaha yang direncanakan bisa segera terlaksana. Kalau Anda ingin mendirikan koperasi, rencanakan semua dengan matang termasuk merekrut anggota dan menyiapkan modal pendirian koperasi.

 

× How can I help you?