Bagaimana Menentukan Bentuk Usaha yang Sesuai?

Bagaimana menentukan bentuk usaha yang sesuai Apa perbedaan PT, CV, Firma dan Usaha Dagang (UD)

Apa Perbedaan PT, CV, Firma dan Usaha Dagang (UD)?

 

Seringkali kami menemui pertanyaan ini dari beberapa klien, terutama bagi yang baru pertama kalinya ingin membangun usaha. Pada prinsipnya, bentuk usaha yang diinginkan sebaiknya sesuai dengan kebutuhan ataupun perencanaan bisnis yang disusun. Sehingga diharapkan nantinya dengan mendirikan bentuk usaha yang tepat dapat menjawab persoalan hukum yang dihadapi.

Secara umum, bentuk usaha seperti PT (Perseroan Terbatas), CV (Commanditaire Vennootschap / Persekutuan Komanditer), Firma dan UD (Usaha Dagang) adalah beberapa contoh bentuk kegiatan usaha berupa badan yang jamak ditemukan dan dikenal. Namun barangkali belum semua yang memahami perbedaan antara satu dan lainnya dan implikasinya.

Antara lain berikut hal-hal mendasar berkaitan PT yaitu mengenal konsep keterpisahan kepemilikan kekayaan antara PT dan para pendirinya. Para pendiri yaitu pemegang saham dimaksud wajib terdiri dari minimal dua (2) orang. Selain itu dalam PT bentuk kepemilikan atas PT ditunjukkan dalam bentuk saham, yang dihitung secara proporsional sesuai lembar saham yang dimiliki. Dalam kepengurusan PT terdiri dari minimal satu (1) direktur dan satu (1) komisaris. PT merupakan badan hukum yang mana pendiriannya memerlukan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM.

Lalu mengenai CV, konsepnya bisa dikatakan mirip dengan CV, yang mana pendirinya juga wajib terdiri dari minimal dua (2) orang. Namun berbeda dengan PT, dalam CV dikenal istilah Sekutu Aktif/Komplementer dan Sekutu Pasif/Komanditer. Sekutu Aktif ini (yang mana juga disebut Direktur) adalah yang bertanggung jawab dalam pengurusan CV, termasuk bertindak mewakili CV (baik dalam melakukan pengikatan dengan pihak ketiga). Sekutu Aktif bertanggung jawab dalam hal terjadi kerugian CV sampai ke harta pribadi. Sedangkan Sekutu Pasif hanya bertanggung jawab sebesar nilai modal yang diberikan kepada CV.  Berbeda dengan PT, CV bukanlah badan hukum, sehingga pendiriannya tidak memerlukan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM melainkan cukup pendaftaran saja.

Ada pula bentuk Firma, yang mana bentuknya seperti persekutuan perdata, dimana dibuat menggunakan nama bersama dan didirikan oeh para sekutu pengurusnya. Dalam hal ini, Firma digunakan untuk kegiatan usaha bersifat profesi, semisal pengacara, akuntan, auditor, dan lain-lain. Prinsipnya dalam Firma masing-masing Sekutu Pengurus berhak bertindak sendiri tanpa harus mendapatkan persetujuan sekutu pengurus lainnya. Dan nantinya pertanggung jawaban hanya dikenakan pada sekutu bersangkutan saja. Oleh karena itu, Firma juga tidak dikategorikan sebagai Badan Hukum.

Selain ketiga bentuk di atas, ada bentuk usaha lainnya yang dikenal dengan nama Usaha Dagang (UD). UD merupakan bentuk badan usaha yang didirikan oleh satu orang. Dalam hal kekayaan, tidak ada pemisahan antara kekayaan pribadi pemilik UD dan pengurusnya. Sehingga dalam pertanggungjawabannya, sampai ke kekayaan pribadi si pemilik. Dibandingkan ketiga konsep lainnya, persyaratan UD dapat dianggap lebih sedikit dibandingkan ketiga bentuk di atas.

Selain dari keempat bentuk badan usaha di atas, masih ada beberapa bentuk badan usaha lainnya, seperti Koperasi, BUMN, dan Perusahaan Perseorangan. Selanjutnya akan dibahas pada artikel lainnya.

 

Dengan penjelasan di atas, semoga anda dapat memiliki gambaran mengenai perbedaan masing-masing antara PT, CV, Firma dan UD. Sehingga Anda dapat menentukan bentuk badan usaha yang cocok untuk kegiatan usaha anda.

Apabila anda memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar pendirian badan usaha, jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

 

× How can I help you?