Hal yang Harus Diketahui Sebelum Mendirikan CV

Istri Gugat Cerai, Suami Menolak atau Tidak Datang? Ini Aturannya

Mendirikan CV – Sebelum memulai suatu usaha, pastikan bahwa konsep usaha tersebut telah dibuat secara matang. Terutama bagian permodalan, mulailah untuk memetakan nominal modal yang akan dicantumkan dan berapa persen pembagian penyetoran modal bagi investor.

Jika Anda memilih perusahaan berbentuk PT (perseroan terbatas), maka setidaknya Anda harus menyiapkan modal dasar minimal 50 juta, dengan menetapkan modal disetor sebesar 25% dari nilai modal dasar. Namun jika modal dirasa pas-pasan, maka persekutuan komanditer atau Commanditaire Vennootschap (CV) bisa menjadi alternatif yang sesuai dalam memulai usaha Anda.

CV atau persekutuan komanditer merupakan badan usaha dimana harta kekayaannya tidak terpisah dengan harta kekayaan pendirinya. Sedangkan PT merupakan badan hukum yang telah menetapkan bahwa harta kekayaan PT terpisah dari harta pengurusnya. 

Dalam pendirian CV diperlukan minimal dua orang sebagai pendiri dan pengurus, persekutuan tersebut berbeda nama dan fungsi, berikut penjelasannya:

1. Sekutu Aktif

Sekutu aktif akan bertanggung jawab secara penuh atas operasional, wewenangnya dalam menjalankan perusahaan diantaranya yakni melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Apabila dalam sebuah PT, posisi ini dinamakan direktur. 

2. Sekutu Pasif

Sekutu pasif atau persero diam tidak memiliki banyak peran dan wewenang, dan hanya bertindak sebagai penanam modal. Jika terjadi kerugian sekutu pasif hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkan, dan akan mendapatkan keuntungan juga sebesar modal yang ia tanam. 

Selain itu, beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum mendirikan CV diantaranya ialah menentukan nama perusahaan, memilih lokasi atau domisili perusahaan, dan mengumpulkan berkas persyaratan. Apabila Anda melakukan pendirian CV, maka beberapa dokumen yang Akan didapatkan dalam pendirian CV diantaranya adalah:

  • Akta CV

Setelah menentukan siapa sekutu aktif dan sekutu pasif, maka tahapan selanjutnya adalah pembuatan Akta pendirian. Persyaratan yang perlu Anda siapkan untuk melengkapi tahap pertama pembuatan Akta CV diantaranya yakni menyiapkan identitas diri seperti KTP dan NPWP, baik itu sekutu aktif maupun sekutu pasif. Apabila nama CV dan berkas persyaratan sudah ditentukan sebelumnya, maka silahkan lakukan pengecekan nama CV melalui notaris terpercaya. 

Selanjutnya yaitu menentukan bidang usaha yang akan dipilih sesuai dengan kegiatan usaha Anda. Bidang usaha bisa dilihat pada KBLI terbaru (KBLI 2017). Dimana terdapat berbagai kode kegiatan yang dapat Anda gunakan sesuai ketentuan yang berlaku. Poin yang tercantum dalam Akta Pendirian CV adalah nama CV, domisili perusahaan, nama sekutu aktif dan pasif, besaran modal dasar dan bidang usaha yang akan dijalankan.

  • Domisili dan NPWP

Setelah akta pendirian CV dan SK Pengesahan terbit, maka hal selanjutnya yang diwajibkan dalam urutan pendirian CV adalah mengurus SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) atas nama perusahaan.

Namun dikarenakan SKDP sudah tidak diwajibkan lagi untuk wilayah DKI Jakarta, maka dilanjutkan ke tahapan pembuatan NPWP. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) diperoleh dari kantor pajak sesuai domisili CV tersebut berdiri, dengan cara memproses nya secara manual atau offline.

  • NIB dan Izin Usaha

Pembuatan legalitas CV dapat diajukan melalui OSS atau Online Single Submission. OSS akan menerbitkan NIB dan Izin Usaha, dimana NIB berlaku sebagai Tanda Daftar Perusahaan, API dan NIK, sementara itu Izin Usaha sebagai pengganti SIUP. Caranya adalah dengan mengakses laman oss.go.id dan dilanjutkan dengan mengisi formulir online atas data-data perusahaan dari legalitas yang telah terbit.

Jika semua sudah Anda dapatkan maka CV Anda sudah dapat beroperasi dengan legal. Namun apabila bidang usaha yang Anda jalankan adalah bidang usaha dengan komitmen tambahan, maka Anda perlu mengurus izin khusus untuk melengkapi legalitas usaha Anda.

× How can I help you?